TATA UPACARA PASUKAN PENGGALANG

 

Tata Upacara Pasukan Penggalang 

 

1.   Tata Upacara Pembukaan Latihan Penggalang

1)    Pratama menyiapkan pasukannya dalam bentuk angkare.

2)    Pratama menjemput Kakak Pembina

3)    Pembina menempatkan diri, maju satu langkah,

4)    Penghormatan Pasukan kepada Kakak Pembina, dipimpin oleh Pratama

5)    Penyerahan Pasukan, dari Pratama kepada Kakak Pembina

6)    Pratama kembali ke Regunya.

7)    Pengibaran Bendera Merah Putih, Penghormatan dipimpin Kakak Pembina atau Pratama

8)    Pembacaan Pancasila oleh Kakak Pembina diikuti oleh seluruh peserta Upacara.

9)    Pembacaan Dasadarma oleh Petugas, diikuti oleh seluruh peserta Upacara

10) Amanat Kakak Pembina.

11) Do’a dipimpin oleh Kakak Pembina.

12) Kakak Pembina kembali ke tempat semula.

13) Pratama menempatkan diri.

14) Penyerahan Pasukan dari Kakak Pembina kepada Pratama

15) Penghormatan kepada Kakak Pembina

16) Pembina dan Pembantu Pembina meninggalkan tempat upacacara

17) Pratama membubarkan Pasukannya

18) Upacara selesai dilanjutkan dengan kegiatan.

 

2.   Perlengkapan, Formasi dan Narasi  Upacara Pembukaan 

     Latihan Penggalang

 Perlengkapan :

1)    Tiang bendera dengan tiga tongkat Pramuka lengkap denga tali dan kaitan bendera

2)    Bendera Merah Putih

3)    Teks Pancasila

4)    Teks Dasa Darma

5)    Peluit


Bentuk / Formasi 



 

Jalannya Upacara

1)    Pratama memanggil Pemimpin Regu ( Pinru ) dengan peluit panggilan Pemimpin Regu dengan bentuk barisan berbanjar, menyampaikan informasi seputar akan dimulainya Upacara Pembukaan latihan.

2)    Pratama mengumpulkan Pasukannya dengan peluit panggilan seluruh peserta Upacara Pembukaan Latihan dengan bentuk barisan Angkare

3)    Pratama menyiapkan Pasukannya

4)  Pratama menjemput Kakak Pembina dengan ucapan :” Lapor Upacara Pembukaan Latihan siap dimulai, kami mohon kakak berkenan menjadi Pembina Upacara”. Pembina menjawab : ” Lanjutkan / Laksanakan ” , Kemudian bersama sama Pratama, Pembina dan dua Pembantu Pembina menuju tempat Upacara.  Pratama menuju ke tengan Lapangan Upacara, Pembina dan dua Pembantu Pembina menuju ke depan tiang bendera menghadap Pasukan, kemudian Pembina maju satu langkah..

5)  Penghormatan Pasukan kepada Kakak Pembina,  dipimpin oleh Pratama dengan ucapan :      ” Kepada kakak Pembina ... Hormat ....Grak.... Tegak .....Grak...

6)    Pratama menyerahkan Pasukan kepada Kakak Pembina dengan ucapan : ” Pasukan saya serahkan ”, kemudian Pembina menjawab : ” Pasukan saya terima.

7)    Pratama kembali ke regunya dengan terlebih dahulu melakukan serah terima Bendera Regu, dengan cara : Pratama menghormat Wakil Pinru,  Wa Pinru membalas, kemudian bendera regu diserahkan dari Wa Pinru kepada Pratama. Selanjutnya Pratama menempati tempat Wa Pinru, sedangkan Wa Pinru pergi menempatkan diri di barisan yang paling kiri.

8)   Pengibaran Bendera Merah Putih, dengan terlebih dahulu Pembina menyampaikan : ”Pengibaran Bendera Merah Putih ”. Tiga petugas bendera maju satu langkah menyampaikan: ”Petugas Bendera Siap” terus menuju tiang bendera mengambil jarak terpendek. Selanjutnya petugas bendera menyampaiakn ”Bendera Siap”,

9)  Penghormatan Sang Merah Putih oleh Pembina atau diserahkan Pratama dengan terlebih dahulu Pembina menyampaikan perintah : ” Pratama, pimpin penghormatan Sang Merah Putih ” ....... Kepada Sang Merah Putih...Hormat...Grak ...   Tegak.... Grak.

10) Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina ditirukan oleh seluruh peserta Upacara

11) Pembacaan Dasadarma oleh Petugas, menghadap Pasukan, ditirukan oleh seluruh peserta Upacara.

12. Amanat Pembina Upacara : Kakak Pembina maju ke depan tiang bendera dengan mengambil langkah mengkanankan tiang bendera langsung mengambil sikap Istirahat dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara, diakhiri dengan sikap sempurna kembali. Amanat Pembina berisi kurang lebih : pembukaan, seputar rencana kegiatan hari itu dan penutup.

13.  Doa dipimpin oleh Pembina,  seputar Pahlawan, kelancaran latihan, peserta yang sedang sakit dsb. dengan ucapan : Berdoa menurut agama kita masing masing ,,,Dimulai ... Selesai....

14.  Amanat selesai, Pembina kembali ke tempat semula dengan mengambil langkah mengkanankan tiang bendera.

15.  Serah terima Bendera Regu oleh Pratama kepada Wa Pinru.  Wa Pinru berlari menuju ke depan Pratama, Wa Pinru menghormat Pratama, Pratama membalas, kemudian berlangsung serah terima bendera Regu antara Pratama dan Wa Pinru, selanjutnya Pratama menuju ke tengah lapangan Upacara.

16.  Penyerahan Pasukan dari Pembina kepada Pratama. Pembina menyampaikan : ”Pasukan saya serahkan”, kemudia Pratama menjawab : ”Pasukan saya terima”.

17.   Penghormatan Pasukan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pratama dengan ucapan : ” Kepada Kakak Pembina... Hormat... Grak... Tegak... Grak...

18.  Pembina dan Pembantu Pembina berjabat tangan dan meninggalkan tempat Upacara.

19.  Pratama membubarkan Pasukannya atau Pemimpin Regu membubarkan anggotanya.

20.  Upacara selesai dilanjutkan dengan kegiatan.

 

                 3.    Tata Upacara Pindah Golongan Siaga ke Penggalang

 

Proses di Perindukan Siaga

Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan, dengan susunan acara sebagai berikut :

1)    Pramuka Siaga yang akan pindah golongan menempatkan diri.

2)    Pesan Yahnda / Bunda kaitannya kepindahan golongan Pramuka Siaga ke Pramuka Penggalang

3)    Siaga yang akan pindah golongan berpamitan dengan teman di Perindukan.

4)    Yanda/Bunda mengantar Siaga yang akan pindah golongan ke Pasukan Penggalang

5)    Upacara selesai dilanjutkan latihan.

                   Proses di Pasukan Penggalang

Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan dengan susunan acara sebagai berikut :

1)    Penyerahan Siaga dari Yanda/Bunda kepada Pembina Penggalang.

2)    Penerimaan calon anggota Penggalang , oleh Pembina Penggalang.

3)     Pembina Siaga kembali ke Perindukan Siaga.

4)    Perkenalan Calon anggota baru kepada Pasukan Penggalang oleh Pembina.

5)    Penyerahan anggota Penggalang baru kepada Pemimpin Regu.

6)    Ucapan selamat kepada anggota Penggalang baru.

7)    Upacara selesai dilanjutkan latihan.

 

 

4.    Narasi Tata Upacara Pindah Golongan Siaga ke Penggalang

Perlengkapan :

1)    Tiang bendera dengan tiga tongkat Pramuka lengkap dengan tali dan kaitan bendera

2)    Bendera Merah Putih

3)    Teks Pancasila

4)    Teks Dasa Darma

5)    Sandaran bendera Merah Putih di Perindukan Siaga

6)    Lintasan Siaga ke Penggalang berupa al : Tali, gapura, tongkat,  tangga atau  

       yang lain.

7)    Peluit

                 Jalannya Upacara

Proses di Perindukan Siaga

Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan, dengan narasi acara sebagai berikut :

1)    Pramuka Siaga yang akan pindah golongan menempatkan diri berhadapan dengan Pembina (Yahda/Bunda)

2)    Penjelasan Pembina kepada seluruh anggota Perindukan Siaga bahwa kepindahan golongan Pramuka Siaga ke Penggalang semata-mata karena usia Pramuka Siaga tersebut telah mencapai 11 tahun. Dilanjutkan pesan Pesan Yanda/Bunda kepada Siaga yang akan pindah ke Penggalang dengan isi pesan antara lain : selamat bergabung dengan temanmu yang ada dipasukan Penggalang dan pandai pandai menyesuaikan diri.

3)    Pramuka Siaga yang akan pindah golongan, berpamitan kepada teman teman di perindukan dengan berjabat tangan, sementara teman yang ditinggalkan mengucapkan selamat jalan, selamat berpisah .

4)    Yanda/Bunda mengantar ke Pasukan Penggalang dengan cara digandeng dibawa ke depan lintasan / tali / gapura / bentuk lain tempat serah terima calon Penggalang berlangsung.

Catatan :

Tempat proses penyerahan Siaga oleh Pembina Siga kepada Pembina Penggalang bisa berupa : lintasan tali ( Siaga supaya melangkah tali yang dibentang atau Gapura yang dirancang sederhana dan spontan atau tangga papan naik kemudian turun atau bentuk yang lain initinya mengandung filosofi bahwa anak Siaga tersebut akan melewati sebuah gerbang yang merupakan batasan kehidupan Siaga memasuki kehidupan Penggalang.

 

                  Proses di Pasukan Penggalang

Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan dengan susunan acara sebagai berikut :

1)    Penyerahan Siaga dari Yanda/Bunda ke Pembina Penggalang dengan narasi sebagai berikut :

Pembina Siaga  : Salam Pramuka,….

Berhubung anak kami nama Pandu Pramukawati hari ini telah memasuki usia Penggalang, maka kiranya kakak berkenan menerima anak kami untuk menjadi anggota di Pasukan Penggalang Kakak.

Sebagai bahan panduan bersama ini kami serahkan berkas biodata atas nama Pandu Pramukawati.

2)    Penerimaan anggota baru oleh Pembina Penggalang dengan narasi sebagai berikut :

a)    Pembina Penggalang : Kami terima dengan senang hati, adik atas nama Pandu Pramukawati untuk menjadi anggota di Pasukan Penggalang kami, semoga segera dapat menyesuaikan dengan teman temannya yang baru.

b)    Calon Pengglang dilepas di perlintasan tali atau gapura atau tangga atau yang lain, kemudian diterima oleh Pembina Penggalang.

3)    Pembina Siaga kembali ke Perindukan untuk melanjutkan kegiatannya.

4)    Calon anggota baru dibawa ke tengah Pasukan Penggalang untuk diperkenalkan kepada semua anggota pasukan. Adik-adik , ini ada anggota baru dari perindukan siaga, karena usianya sudah memasuki usia penggalang maka teman kamu atas nama Pandu Pramukawati ini akan menjadi teman kalian. Saya harapkan Regu Mawar bias menerima sebagai anggota regu yang baru

5)     

6)    Anggota baru diserahkan kepada Regu Mawar, dijemput Pemimpin Regu.

7)    Ucapan selamat dari semua anggota pasukan dengan nyanyian misalnya : Selamat datang penggalang baru, selamat datang di pasukanku , gembira karena kedatanganmu, selamat datang di pasukanku. Atau lagu yang lain.

8)      Upacara selesai dilanjutkan dengan acara kegiatan.


 


 

5.      Tata Upacara Penutupan Latihan Penggalang

1)    Pratama menyiapkan pasukannya dalam bentuk angkare.

2)    Pratama menjemput Kakak Pembina.

3)    Kakak Pembina menempatkan diri.

4)    Penghormatan Pasukan kepada Kakak Pembina dipimpin oleh Pratama

5)    Penyerahanan Pasukan dari Pratama kepada Kakak Pembina.

6)    Pratama kembali ke Regunya.

7)    Penurunan Bendera Merah Putih, Penghormatan dipimpin oleh Kakak Pembina atau Pratama

8)    Amanat  Kakak Pembina

9)    Do’a dipimpin oleh Kakak Pembinan

10) Kakak Pembina kembali ke tempat semula.

11) Pratama menempatkan diri.

12) Penyerahan Pasukan dari Kakak Pembina kepada Pratama

13) Penghormatan kepada Kakak Pembina dipimpin oleh Pratama

14) Pembina dan Pembantu Pembina meninggalkan tempat upacara

15) Pratama membubarkan Pasukannya

16) Upacara selesai.

 

              6.    Narasi Upacara Penutupan Latihan Penggalang

Perlengkapan :

1)    Tiang bendera dengan tiga tongkat Pramuka lengkap denga tali dan kaitan bendera

2)    Bendera Merah Putih

3)    Peluit

Jalannya Upacara Penutupan Latihan Penggalang

1)    Pratama memanggil Pemimpin Regu ( Pinru ) dengan peluit panggilan Pemimpin Regu dengan bentuk barisan berbanjar, menyampaikan informasi seputar akan dimulainya Upacara Penutupan latihan.

2)    Pratama mengumpulkan Pasukannya dengan peluit panggilan seluruh peserta Upacara Penutupan Latihan dengan bentuk barisan Angkare

3)    Pratama menyiapkan Pasukannya

4)    Pratama menjemput Kakak Pembina dengan ucapan :” Lapor Upacara Penutupan Latihan siap dimulai, kami mohon kakak berkenan menjadi Pembina Upacara”. Pembina menjawab : ” Lanjutkan / Laksanakan ” , Kemudian bersama sama Pratama, Pembina dan dua Pembantu Pembina menuju tempat Upacara.  Pratama menuju ke tengan Lapangan Upacara, Pembina dan dua Pembantu Pembina menuju ke depan tiang bendera menghadap Pasukan, kemudian Pembina maju satu langkah..

5)    Penghormatan Pasukan kepada Kakak Pembina,  dipimpin oleh Pratama dengan ucapan :      ” Kepada kakak Pembina ... Hormat ....Grak.... Tegak .....Grak...

6)    Pratama menyerahkan Pasukan kepada Kakak Pembina dengan ucapan : ” Pasukan saya serahkan ”, kemudian Pembina menjawab : ” Pasukan saya terima.

7)    Pratama kembali ke regunya dengan terlebih dahulu melakukan serah terima Bendera Regu, dengan cara : Pratama menghormat Wakil Pinru,  Wa Pinru membalas, kemudian bendera regu diserahkan dari Wa Pinru kepada Pratama. Selanjutnya Pratama menempati tempat Wa Pinru, sedangkan Wa Pinru pergi menempatkan diri di barisan yang paling kiri.

8)    Pengibaran Bendera Merah Putih, dengan terlebih dahulu Pembina menyampaikan : ”Penurunan  Bendera Merah Putih ”. Tiga petugas bendera maju satu langkah menyampaikan: ”Petugas Bendera Siap” terus menuju tiang bendera mengambil jarak terpendek. Selanjutnya petugas bendera menyampaiakan ”Bendera Siap”,

9)    Penghormatan Sang Merah Putih oleh Pembina atau diserahkan Pratama dengan terlebih dahulu Pembina menyampaikan perintah : ” Pratama, pimpin penghormatan Sang Merah Putih ” ....... Kepada Sang Merah Putih...Hormat...Grak ...   Tegak.... Grak.

10) Amanat Pembina Upacara : Kakak Pembina maju ke depan tiang bendera dengan mengambil langkah mengkanankan tiang bendera langsung mengambil sikap Istirahat dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara. Amanat Pembina berisi kurang lebih : pembukaan, seputar keberhasilan latihan, pengumuman prestasi regu selama latihan, menunjuk regu tugas upacara selanjutnya dsb,  diakhiri dengan sikap sempurna kembali.

11) Do’a dipimpin oleh Pembina seputar bersyukur atas suksesnya latihan, memohon kepada  Tuhan yang Maha Esa agar yang sakit segera sembuh dsb, dengan ucapan : Berdoa menurut agama kita masing masing ,,,Dimulai ... Selesai....

12) Amanat selesai, Pembina kembali ke tempat semula dengan mengambil langkah mengkanankan tiang bendera.

13) Serah terima Bendera Regu oleh Pratama kepada Wa Pinru.  Wa Pinru berlari menuju ke depan Pratama, Wa Pinru menghormat Pratama, Pratama membalas, kemudian berlangsung serah terima bendera Regu antara Pratama dan Wa Pinru, selanjutnya Pratama menuju ke tengah lapangan Upacara.

14) Penyerahan Pasukan dari Pembina kepada Pratama. Pembina menyampaiakn : ”Pasukan saya serahkan”, kemudia Pratama menjawab : ”Pasukan saya terima”.

15)  Penghormatan Pasukan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pratama dengan ucapan : ” Kepada Kakak Pembina... Hormat... Grak... Tegak... Grak...

16) Pembina dan Pembantu Pembina berjabat tangan dan meninggalkan tempat Upacara.

17) Pratama membubarkan Pasukannya atau Pemimpin Regu membubarkan anggotanya.

18) Upacara selesai.

 

7.    Tata Upacara Pelantikan Penggalang Ramu

Digabung dengan Upacara Pembukaan Latihan Penggalang

1)    Pratama menyiapkan pasukannya dalam bentuk angkare.

2)    Pratama menjemput Kakak Pembina

3)    Pembina menempatkan diri maju satu langkah,

4)    Penghormatan Pasukan kepada Kakak Pembina, dipimpin oleh Pratama

5)    Penyerahan Pasukan, dari Pratama kepada Kakak Pembina

6)    Pratama kembali ke Regunya.

7)    Pengibaran Bendera Merah Putih, Penghormatan dipimpin Kakak Pembina atau Pratama

8)    Pembacaan Pancasila oleh Kakak Pembina diikuti oleh seluruh peserta Upacara.

9)    Pembacaan Dasadarma oleh Petugas, diikuti oleh seluruh peserta Upacara

10) Amanat Kakak Pembina.

11) Do’a dipimpin oleh Kakak Pembina.

12) Yang akan dilantik menempatkan diri

13) Bendera Merah Putih menempatkan diri, penghormatan dipimpin Pratama

14) Tanya jawab Pembina dengan yang akan dilantik, dilanjutkan dengan  pelantikan

15) Bendera Merah Putih meninggalkan tempat pelantikan.

16) Penyematan Tanda Pelantikan

17) Penghormatan Pasukan Kepada yang baru dilantik, penghormatan dipimpin oleh Pratama.

18) Ucapan Selamat kepada yang baru dilantik

19) Yang baru dilantik meninggalkan tempat pelantikan.

20) Kakak Pembina kembali ke tempat semula.

21) Pratama menempatkan diri.

22) Penyerahan Pasukan dari Kakak Pembina kepada Pratama

23) Penghormatan kepada Kakak Pembina

24) Pembina dan Pembantu Pembina meninggalkan tempat upacacara

25) Pratama membubarkan Pasukannya

26) Upacara selesai dilanjutkan dengan kegiatan.  

 

                            


                                                                         

8.    Narasi Upacara Pelantikan Penggalang Ramu

Digabung dengan Upacara Pembukaan Latihan Penggalang

 

Perlengkapan :

1)    Tiang bendera dengan tiga tongkat Pramuka lengkap dengan tali dan kaitan bendera

2)    Bendera Merah Putih

3)    Teks Pancasila

4)    Teks Dasa Darma

5)    Berita Acara Pelantikan

6)    Bendera Merah Putih untuk Pelantikan dipasang pada tongkat Pramuka

7)    Nampan / baki untuk tempat perlengkapan pelantikan

8)    Perlengkapan Tanda Pelantikan

9)    Peluit

Jalannya Upacara

1)    Pratama memanggil Pemimpin Regu ( Pinru ) dengan peluit panggilan Pemimpin Regu dengan bentuk barisan berbanjar, menyampaikan jnformasi seputar akan dimulainya Upacara Pembukaan latihan.

2)    Pratama mengumpulkan Pasukannya dengan peluit panggilan seluruh peserta Upacara Pembukaan Latihan dengan bentuk barisan Angkare

3)    Pratama menyiapkan Pasukannya

 

4)    Pratama menjemput Kakak Pembina dengan ucapan :” Lapor Upacara Pembukaan Latihan siap dimulai, kami mohon kakak berkenan menjadi Pembina Upacara”. Pembina menjawab : ” Lanjutkan / Laksanakan ” , Kemudian bersama sama Pratama, Pembina dan dua Pembantu Pembina menuju tempat Upacara.  Pratama menuju ke tengan Lapangan Upacara, Pembina dan dua Pembantu Pembina menuju ke depan tiang bendera menghadap Pasukan, kemudian Pembina maju satu langkah..

5)    Penghormatan Pasukan kepada Kakak Pembina,  dipimpin oleh Pratama dengan ucapan :      ” Kepada kakak Pembina ... Hormat ....Grak.... Tegak .....Grak...

6)    Pratama menyerahkan Pasukan kepada Kakak Pembina dengan ucapan : ” Pasukan saya serahkan ”, kemudian Pembina menjawab : ” Pasukan saya terima.

7)    Pratama kembali ke regunya dengan terlebih dahulu melakukan serah terima Bendera Regu, dengan cara : Pratama menghormat Wakil Pinru,  Wa Pinru membalas, kemudian bendera regu diserahkan dari Wa Pinru kepada Pratama. Selanjutnya Pratama menempati tempat Wa Pinru, sedangkan Wa Pinru pergi menempatkan diri di barisan yang paling kiri.

8)    Pengibaran Bendera Merah Putih, dengan terlebih dahulu Pembina menyampaikan : ”Pengibaran Bendera Merah Putih ”. Tiga petugas bendera maju satu langkah menyampaikan: ”Petugas Bendera Siap” terus menuju tiang bendera mengambil jarak terpendek. Selanjutnya petugas bendera menyampaiakn ”Bendera Siap”,

9)    Penghormatan Sang Merah Putih oleh Pembina atau diserahkan Pratama dengan terlebih dahulu Pembina menyampaikan perintah : ” Pratama, pimpin penghormatan Sang Merah Putih ” ....... Kepada Sang Merah Putih...Hormat...Grak ...   Tegak.... Grak.

10) Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina ditirukan oleh seluruh peserta Upacara

11) Pembacaan Dasadarma oleh Petugas, menghadap Pasukan, ditirukan oleh seluruh peserta Upacara.

12) Amanat Pembina Upacara : Kakak Pembina maju ke depan tiang bendera dengan mengambil langkah mengkanankan tiang bendera langsung mengambil sikap Istirahat dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara, diakhiri dengan sikap sempurna kembali. Amanat Pembina berisi kurang lebih : pembukaan, seputar rencana kegiatan hari itu dan informasi bahwa hari ini ada Pelantikan Penggalang Ramu dan diteruskan penutup.

13) Doa dipimpin oleh Pembina,  seputar Pahlawan, kelancaran latihan, peserta yang sedang sakit dsb. dengan ucapan : Berdoa menurut agama kita masing masing ,,,Dimulai ... Selesai....

14) Pembina mengatakan ” Upacara Pelantikan dimulai ”

15) Yang akan dilantik menempatkan diri di depan Pembina

a.    Bila anggota, diantar Pemimpin regu, - Bila Pemimpin Regu,  diantar Pratama

b.    Bila Pratama, diantar Pembantu Pembina, - Bila tdk ada, yang akan dilantik maju sendiri

16) Penggalang yang pernah dilantik maju satu langkah

17) Bendera Merah Putih menempatkan diri diantara Pembina dan yang akan dilantik dengan mengambil posisi dari sebelah kanan Pembina, penghormatan dipimpin Pratama

18)  Tanya jawab Pembina dan yang akan dilantik.

 

Contoh berita acaranya adalah sbb :

 

BERITA  ACARA  PELANTIKAN PENGGALANG RAMU

GUGUSDEPAN 12.107 – 12.108

PANGKALAN SMP 1 SEMARANG

Tanggal : 18 Februari 2019


          Sebelum saya melantik dan mengukuhkan adik-adik sebagai Penggalang Ramu , saya perlu menegaskan bahwa Gerakan Pramuka adalah suatu perkumpulan yang oleh Pemerintah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 238 Tahun 1961 juncto Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 Tahun 2004, serta Undang – Undang No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, ditetapkan sebagai satu-satunya badan yang ditugaskan menyelenggarakan Pendidikan kepada Anak-anak dan Pemuda Indonesia, dengan metode Pendidikan Kepanduan / Kepramukaan.

            Untuk itu sebelum pelantikan ini dilaksanakan, saya atas nama Pembina Gugus Depan 12.107 - 12.108 Pangkalan SMP 1 Semarang, akan mengajukan beberapa pertanyaan yang saya minta adik-adik untuk memberikan jawaban dengan tegas, dengan suka dan rela yang dilandasi Satya dan Darma Pramuka Indonesia.

Pertama          : Kualitas anggota Pramuka, salah satunya adalah menyelesaian

  Syarat  Kecakapan Umum di tingkatannya.

                           Sudahkah adik menyelesaikan SKU mu  di tingkat Penggalang

                           Ramu ..??? ………………………………....( jawaban : Sudah  )

 

Kedua              : Pelantikan adalah titik awal seseorang untuk memulai aktifitas

                          dalam menjalankan tugasnya.

                                       Setelah dilantik nanti,  bersediakah adik-adik berlatih lebih giat

                                       lagi  dan berusaha menjadi contoh teman yang lain…???

                                       ..…………………………………………....( jawaban : Bersedia )

 

Ketiga              : Trisatya dan Dasadarma adalah kode etik setiap Anggota

                          Gerakan Pramuka.

                          Bersediakah adik-adik menjalankannya dalam kehidupan  

                          sehari-hari ?. ..…………………………....( jawaban : Bersedia )

            Keempat          : Sebagai perwujudan kesediaan adik-adik.

                                      Bersediakah adik-adik secara sukarela dan dengan hati yang

                                      tulus iklas mengucapkan Janji Pramuka : TRISATYA ?

                                      ……………………………………………....( jawaban : Bersedia )

                        Sebelum mengucapkan Janji saya pesilahkan adik-adik berdoa,

            memohon kehadirat Tuhan Yang Maha Esa agar apa yang akan adik-adik

            Ikrarkan mendapat ridho dan selalu mendapatkan bimbingan-Nya.

                   Berdo’a saya persilahkan …………………………………………….. selesai.

Kemudian peganglah ujung Sang Merah Putih dan letakan pada detak jantung sebelah kiri , sebagai tanda bahwa selama jantung masih berdetak senantiasa adik-adik akan selalu ingat tugas dan kewajibannya kepada Bangsa dan Negara.                                                                             

Selanjutnya ikutilah ucapan saya  :   

TRISATYA

                   Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

-  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa

   Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan 

   Pancasila.

- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri 

  membangun masyarakat.

- Serta menepati Dasadarma.

            Atas dasar Janji Satya yang adik ucapkan, dengan disertai kesanggupan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Penggalang Ramu, maka dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, atas nama Pembina Gugus Depan 12.107 – 12.108 Pangkalan SMP 1 Semarang, saya melantik dan mengukuhkan adik-adik sebagai Penggalang Ramu.

 

                   Yang Dilantik                                                          Yang Melantik                                                                                     Pembina Gudep 12.107-12.108 

 

 

                   ……………………………….                    …………………………………           

                   NTA : ……………………….                    SHB : ………………………….

                                               

 

Catatan

1. Pada saat Tri Satya diucapkan, semua yang pernah dilantik supaya menghormat

2. Kepada yang belum pernah dilantik, supaya satu langkah ke belakang tanpa harus menghormat


19.  Bendera Merah Putih meninggalkan tempat pelantikan, penghormatan dipimpin Pratama

20.  Penyematan tanda Pelantikan dan Tanda Kecakapan Umum ( TKU ) Penggalag Ramu oleh Pembina. Petugas pelantikan yang membawa tanda pelantikan menempatkan diri diantara pembina dengan yang dilantik.

21.  Penghormatan Pasukan kepada yang baru dilantik, dipimpin oleh Pratama.

22.  Ucapan selamat oleh Pembina dan Pembantu Pembina serta minimal oleh Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu.

23.  Penggalang yang baru dilantik meninggalkan tempat pelantikan, dijemput Pemimpin Regu /  Pratama / Pembantu Pembina atau kembali sendiri.

24.  Pembina mengatakan ” Upacara Pelantikan Selesai ”

25.  Pembina kembali ke tempat semula dengan mengambil langkah mengkanankan tiang bendera.

26.  Serah terima Bendera Regu oleh Pratama kepada Wa Pinru.  Wa Pinru berlari menuju ke depan Pratama, Wa Pinru menghormat Pratama, Pratama membalas, kemudian berlangsung serah terima bendera Regu antara Pratama dan Wa Pinru, selanjutnya Pratama menuju ke tengah lapangan Upacara.

27.  Penyerahan Pasukan dari Pembina kepada Pratama. Pembina menyampaiakn : ”Pasukan saya serahkan”, kemudia Pratama menjawab : ”Pasukan kami terima”.

28.  Penghormatan Pasukan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pratama dengan ucapan : ” Kepada Kakak Pembina... Hormat... Grak... Tegak... Grak...

29.  Pembina dan Pembantu Pembina berjabat tangan dan meninggalkan tempat Upacara.

30.  Pratama membubarkan Pasukannya atau Pemimpin Regu membubarkan anggotanya.

31.  Upacara selesai dilanjutkan dengan kegiatan.

 

 CATATAN        

Tata urutan upacara pelantikan Penggalang Rakit dan Terap sama dengan Penggalang Ramu. Perbedaannya ada pada Pengucapan Tri Satya. 

Pada Penggalang Ramu “ Bersediakah adik mengucapkan Janji Tri Satya” ?.Pada penggalang Rakit dan Terap  “ Bersediakah adik mengucapkan Ulang Janji Tri Satya” ?.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

SOAL PUK PENGGALANG RAMU

PERATURAN BARIS BARIS (BAGIAN 1)

Upacara Pembukaan KMD UIN Walisongo